Menjadi Multidisciplinary Artist: Menyeimbangkan Menulis, Melukis, dan Musik di Era Modern

Seorang seniman asal Indonesia, Liffi Wongso, viral di platform X setelah  membagikan cara uniknya saat membuat karya. Dalam unggahannya, ia terlihat  menggambar ilustrasi berukuran besar sambil tiduran di atas kertas gambar.  Postingan

Pernahkah Anda merasa memiliki banyak passion yang sulit dipilih? Satu hari Anda ingin menulis, hari berikutnya ingin melukis, dan di waktu lain ingin bermain musik. Di era yang menuntut spesialisasi, menjadi multidisciplinary artist—seseorang yang berkarya di berbagai bidang seni—sering dianggap sebagai tantangan. Namun, bagi sebagian orang, menjadi serba-bisa bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan kreatif.

Sheena Mackie adalah salah satu contoh nyata dari multidisciplinary artist. Sebagai penulis lepas, seniman visual, dan musisi, ia telah menapaki jalur yang tidak biasa—dari melukis dengan tema illness & recovery, hingga memberikan bimbingan vokal untuk penyanyi metal dan pop. Perjalanan kreatifnya menunjukkan bahwa menjadi multidisciplinary artist bukan hanya mungkin, tetapi juga memberkati—asalkan dikelola dengan strategi yang tepat.


Mengapa Menjadi Multidisciplinary Artist?

1. Kreativitas yang Saling Memperkaya

Salah satu keuntungan terbesar menjadi multidisciplinary artist adalah saling memperkaya antar disiplin. Pengalaman melukis dapat mempengaruhi cara Anda menulis—dengan kepekaan terhadap warna, komposisi, dan narasi visual. Pengalaman bermusik dapat mempengaruhi ritme tulisan Anda. Sebaliknya, kebiasaan menulis dapat membantu Anda mengartikulasikan visi artistik dalam kata-kata.

Seperti yang diungkapkan Sheena dalam salah satu tulisannya, saat melukis ia merasakan sensasi “lost in another realm”—tangannya bergerak seolah-olah terlepas dari tubuhnya. Pengalaman flow seperti ini tidak hanya terjadi dalam melukis, tetapi juga dalam menulis dan bermusik. Semakin banyak medium yang Anda kuasai, semakin banyak pintu menuju flow yang terbuka.

2. Fleksibilitas Karier di Era Ekonomi Kreatif

Dunia kerja saat ini tidak lagi linear. Banyak profesional beralih dari satu karier ke karier lain, atau menjalankan beberapa peran sekaligus. Menjadi multidisciplinary artist memberi Anda fleksibilitas untuk:

  • Beralih proyek ketika salah satu bidang mengalami kebuntuan kreatif
  • Mendiversifikasi pendapatan—dari menjual lukisan, menulis artikel, hingga memberikan les vokal
  • Menjangkau audiens yang lebih luas—setiap medium memiliki komunitasnya sendiri

3. Ekspresi Diri yang Lebih Utuh

Tidak semua ide bisa diekspresikan melalui satu medium saja. Beberapa emosi lebih cocok dituangkan dalam lukisan, yang lain dalam tulisan, dan yang lain lagi dalam musik. Dengan menguasai berbagai medium, Anda memiliki kebebasan berekspresi yang lebih besar—Anda tidak perlu memaksa sebuah ide masuk ke dalam kotak yang tidak cocok.


Tantangan Menjadi Multidisciplinary Artist

1. “Jack of All Trades, Master of None”

Ini adalah kritik yang paling sering dialamatkan kepada multidisciplinary artist. Namun, seperti kata pepatah lengkapnya: “A jack of all trades is a master of none, but oftentimes better than a master of one.” Menjadi serba-bisa bukan berarti Anda tidak bisa menjadi ahli di satu bidang—Anda bisa memilih untuk mendalami satu bidang utama sambil tetap mengeksplorasi yang lain.

2. Manajemen Waktu dan Energi

Membagi waktu antara menulis, melukis, dan bermusik bukanlah hal mudah. Setiap bidang membutuhkan latihan, konsentrasi, dan energi yang berbeda. Tanpa manajemen yang baik, Anda bisa kelelahan atau merasa tidak pernah cukup menyelesaikan apa pun.

3. Tekanan untuk “Memilih Satu Jalur”

Masyarakat dan sistem pendidikan sering mendorong spesialisasi. Banyak multidisciplinary artist merasa tertekan untuk “memilih satu jalur” agar dianggap serius. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh perjalanan Sheena—dari melukis hingga memberikan bimbingan vokal—tidak ada aturan yang mengatakan Anda hanya boleh melakukan satu hal.


Strategi Bertahan sebagai Multidisciplinary Artist

1. Temukan “Benang Merah” Kreatif Anda

Meskipun Anda berkarya di berbagai medium, biasanya ada tema atau nilai inti yang menghubungkan semua karya Anda. Bagi Sheena, tema “illness & recovery” muncul dalam lukisannya. Tema serupa mungkin juga muncul dalam tulisan atau musiknya. Menemukan benang merah ini membantu Anda:

  • Menciptakan identitas artistik yang kohesif
  • Menarik audiens yang tertarik pada visi Anda, bukan hanya medium
  • Memberikan arah ketika Anda merasa tersesat di antara berbagai proyek

2. Buat Jadwal Kreatif yang Realistis

Alih-alih mencoba melakukan semuanya setiap hari, buatlah jadwal mingguan yang memberi ruang bagi setiap bidang:

HariFokus Kreatif
SeninMenulis (artikel, esai, atau jurnal)
SelasaMelukis / Seni Visual
RabuMusik / Latihan Vokal
KamisMenulis (lanjutan atau editing)
JumatMelukis (lanjutan)
SabtuMusik / Eksplorasi
MingguIstirahat atau proyek bebas

Jadwal ini fleksibel—yang penting adalah konsistensi, bukan ketepatan.

3. Manfaatkan “Cross-Pollination” Kreatif

Salah satu kekuatan terbesar multidisciplinary artist adalah kemampuan untuk meminjam ide dari satu bidang ke bidang lain. Misalnya:

  • Dari musik ke tulisan: Ritme dan dinamika musik bisa menginspirasi struktur kalimat dan alur cerita
  • Dari lukisan ke musik: Gradasi warna bisa menginspirasi progresi akord atau dinamika suara
  • Dari tulisan ke lukisan: Narasi dan karakter bisa menjadi subjek lukisan

Sheena sendiri mempraktikkan hal ini—pengalamannya sebagai musisi vokal memberinya kepekaan terhadap suara dan ritme yang mungkin juga mempengaruhi tulisannya.

4. Bangun Komunitas Lintas Disiplin

Bergabunglah dengan komunitas di berbagai bidang—komunitas penulis, komunitas seniman rupa, komunitas musisi. Setiap komunitas memberi Anda perspektif berbeda, umpan balik yang beragam, dan peluang kolaborasi yang tidak terduga.

5. Jangan Takut untuk “Tidak Sempurna”

Sebagai multidisciplinary artist, Anda mungkin tidak akan pernah mencapai level virtuoso di semua bidang. Dan itu tidak apa-apa. Yang terpenting adalah proses kreatif itu sendiri—kegembiraan dalam mencipta, belajar, dan bereksperimen. Seperti yang ditulis Sheena tentang pengalaman melukisnya: “I felt as though I had become lost in another realm”. Momen flow inilah yang lebih berharga daripada sekadar hasil akhir.


Pelajaran dari Perjalanan Sheena Mackie

1. Kreativitas Tidak Harus Linear

Sheena memulai sebagai pelukis dengan tema illness & recovery, kemudian berkembang menjadi penulis lepas dan musisi vokal. Perjalanannya menunjukkan bahwa kreativitas tidak harus mengikuti jalur lurus—ia bisa berliku, bercabang, dan bahkan kembali ke titik awal dengan perspektif baru.

2. Setiap Medium Punya “Bahasa” Sendiri

Melukis, menulis, dan bermusik adalah bahasa yang berbeda untuk mengekspresikan diri. Sheena menggambarkan pengalaman melukisnya sebagai “my hand was working independently from my body”—sebuah pengalaman flow yang mungkin tidak terjadi dengan cara yang sama saat menulis atau bernyanyi. Memahami bahwa setiap medium memiliki bahasa dan pengalaman uniknya sendiri adalah kunci untuk menghargai setiap disiplin secara terpisah.

3. Kolaborasi dan Koneksi Itu Penting

Sheena tidak berkarya dalam ruang hampa. Ia mengadakan pameran di The Verve Restaurant, memberikan konsultasi vokal secara online, dan terlibat dengan komunitas kreatif. Koneksi—dengan audiens, klien, dan sesama seniman—adalah bahan bakar yang membuat karier kreatif tetap hidup.


Memulai Perjalanan Multidisciplinary Artist Anda Sendiri

Jika Anda tertarik untuk menjadi multidisciplinary artist, berikut langkah-langkah praktis untuk memulai:

Langkah 1: Identifikasi Bidang-Bidang yang Anda Minati

Tuliskan semua bidang kreatif yang menarik minat Anda—menulis, melukis, musik, fotografi, desain, kerajinan tangan, dan sebagainya. Jangan batasi diri.

Langkah 2: Pilih Satu atau Dua untuk Difokuskan Dulu

Meskipun Anda ingin melakukan semuanya, mulailah dengan satu atau dua bidang sebagai fokus utama. Kuasai dasar-dasarnya sebelum menambahkan bidang lain.

Langkah 3: Luangkan Waktu Khusus untuk Setiap Bidang

Buat jadwal mingguan seperti yang telah dibahas sebelumnya. Bahkan 30 menit sehari untuk setiap bidang sudah cukup untuk memulai.

Langkah 4: Bagikan Karya Anda

Mulailah membagikan karya Anda—baik di media sosial, blog pribadi, atau platform seperti Gallery247. Jangan menunggu sampai karya Anda sempurna; bagikan prosesnya juga.

Langkah 5: Terus Belajar dan Bereksperimen

Ikuti workshop, baca buku, tonton tutorial, dan jangan takut untuk mencoba hal baru. Seperti Sheena yang mempelajari berbagai gaya vokal—dari metal hingga opera—semakin luas wawasan Anda, semakin kaya karya Anda.


Kesimpulan: Menjadi Multidisciplinary Artist Adalah Kekuatan, Bukan Kelemahan

Di dunia yang sering mendorong spesialisasi, menjadi multidisciplinary artist adalah tindakan berani. Ini berarti menolak kotak-kotak sempit yang dibuat masyarakat dan memilih untuk mengekspresikan diri secara utuh—dalam semua warna, suara, dan kata-kata yang Anda miliki.

Seperti yang ditunjukkan oleh perjalanan Sheena Mackie—dari kanvas yang dilukis dengan tema illness & recovery, hingga bimbingan vokal untuk penyanyi metal—menjadi multidisciplinary artist bukanlah tentang menjadi master of all, tetapi tentang menjadi diri sendiri dalam segala kompleksitasnya.

Dan pada akhirnya, itulah definisi seni yang sebenarnya: keberanian untuk menjadi utuh.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *